Mengundang Petir

Kau yang sesaat terang dalam gelapnya mendung
Mengundang takut bagi sebagian mata
Namun hiburan untukku yang sepi nikmati hati

Kau yang bagai akar terang tak terarah
Getarkan bumi seperti marah
Namun aku tau kau hanya menyapa dan
Mengusir makhluk halus yang durhaka

Meliuk indah terang dalam gelapnya
Menari lincah menarik ketukan gendang-gendang membahana

Menarilah bersamaku
Takluk sudah hati ini diujung garismu

Petir..
Kilat..
Guntur..
Kapan kalian datang?

Postingan populer dari blog ini

Mengenalmu dengan Baik

Review Buku Antologi - Nostalgia Biru

Dia Pernah Ada di Sini