Langit

Menatapmu dari kejauhan
Haru mendesak tangisan
Ini mungkin kerinduan
Yang tak dapat dijelaskan

Kau indah berselimut awan
Kadang terbuka menantang terang
Selalu nikmat dipandang
Kau biru menyentuh warna lautan.

Saat surya tenggelam
Birumu berubah kelam
Namun dimataku kau tetap gagah
Biru gelapmu semakin indah

Entah kenapa aku suka memandangmu berlama-lama
Mungkin karena mimpiku menyentuhmu dahulu kala

Langit..taukah kau?
Aku selalu menatapmu dari sini
Dibawah kakimu dimuka bumi
Rajin melukis bentuk dan rupa awan yang menyelimutimu
jujur aku cemburu

Semakin kupandang
Semakin liar akalku berjalan mencipta pertanyaan
Jika langit terbawah segini indahnya
Bagaimana rupa langit dipuncaknya

Ah..sudahlah
Aku hanya seorang hamba
Pengagum karya indah Tuhannya
Apalagi yang dapat kukatakan
Selain dzikir bermakna pujian
Subhanallah..Subhanallah..









Postingan populer dari blog ini

Mengenalmu dengan Baik

Lagu Yang Menyentuh Hati

Review Buku Antologi - Nostalgia Biru