Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Topeng (bag.2)

Gambar
-Satu hari sebelum pembunuhan-
Laki-laki itu menatap wanita cantik didepannya, kemudian menarik wanita tersebut masuk dalam dekapan, erat hingga tak mungkin terlepas. Sesaat wanita itu merasakan kebahagian atas kemenangannya, keinginan untuk meraih keuntungan dari pria yang memeluknya dengan penuh cinta ini sudah terwujud. Dengan kecantikan dan keindahan tubuhnya, Ia dapat menaklukkan siapa saja, para pria dengan jabatan tinggi di perusahaan tempatnya bekerja dan termasuk laki-laki yang kini sedang memeluknya, turut bertekuk lutut lagi tak berdaya.
Rasa bangga yang menjalar hingga keubun-ubun wanita itu sayangnya tak bertahan lama. Dekapan mesra yang ia dapatkan berubah menjadi pelukan berujung maut. Kecantikannya tak lagi menjadi kekuatan untuk membuat siapa saja yang berhadapan dengannya berpikir untuk melindungi, tidak.., kali ini justru kecantikannya tak lagi berharga dan tak dapat membantu. Sang pembunuh membuatnya mati lemas tak berdaya dalam dekapan yang semakin erat dan kuat.…

Topeng (bag.1)

Gambar
Hujan deras mengguyur Ibu Kota di malam yang gelap, hanya terdengar deru mesin mobil yang melaju susul menyusul. Hera memacu cepat langkah kakinya. Pemandangan yang barusan dilihatnya di ujung gang membuatnya ketakutan dan memutuskan untuk segera meninggalkan tempat dimana pembunuhan itu terjadi. Langkah kakinya semakin lemah, saat tiba di sisi jalan raya, Hera di sambut bunyi klakson panjang dan sorot lampu yang menyilaukan mata. Terang sesaat kemudian gelap. 
"Panggil ambulance, cepat!" Teriak sopir truk dari balik kemudi pada anak buahnya.
*****
"Nona Hera, syukurlah anda sudah siuman. Saya akan memanggil dokter untuk memeriksa anda." Seorang perawat yang melaksanakan pemeriksaan rutin menyapa dan segera meninggalkan ruang rawat inap dengan tergesa-gesa.
Yang disapa tak menggubris sedikitpun pertanyaan dari perawat. Matanya menatap kosong ke langit- langit kamar. Begitupun saat dokter datang dan memeriksa keadaan Hera. Tak ada suara yang terdengar dari mulut ga…

Penyebab Kotornya Hati

Ada catatan menarik saat mengikuti sebuah kajian agama tadi sore, berharap ini menjadi catatan pengingat diri nantinya.

4 hal yang dapat mengotori hati:

1. Terlalu banyak bicara
dalam sebuah hadis di sebutkan "Iman seseorang tidak akan lurus sebelum lisannya lurus dan tidak akan lurus lidahnya jika imannya tidak lurus."
Jadi tombak pertama yang dapat mengotori hati adalah lidah. Sebagaimana hadis Nabi Saw.
Hendaknya setiap insan berkata yang baik atau jika tidak lebih baik ia diam. Dan Rasulullah pun mengingatkan untuk setiap kita dapat mengendalikan lidahnya. Karena lidah inilah yang dapat membuat wajah kita tersungkur.

Istri Rasulullah juga pernah mengalami hal yang berhubungan dengan hati dan lidah.
Suatu hari Aisyah pergi bersama Rasulullah, di jalan ia bertemu dengan seorang perempuan yang warna pakaiannya tidak enak dipandang mata. Dalam hati aisyah menilai penampilan wanita tersebut. Sesampainya dirumah, Rasulullah memerintahkan Aisyah untuk membuang ludahnya. Aisyah …

Charlie Angels

"Hemm..Asyiik makan ayam." Aku berseru girang setelah membuka penutup hidangan diatas meja makan.

Beberapa minggu yang lalu Aku tak bisa menyantap daging empuk ini dengan tenang, sebab alergi yang selalu menyerang jika Aku tetap nekat memakannya. Kali ini Aku akan melahap opor ayam masakan mamak dengan sangat baik.

"Mak!..ayamnya enak, kok kayak ayam kampung ya rasanya?" Mulutku tak sabar bertanya walau sibuk mengunyah.

"Iya..ayam kampung." Jawab mamak mantap.

"Beli dimana mak?" Masih dengan mulut penuh nasi, Aku mengajukan pertanyaan susulan.

"Ayam kita itu..! Mamak capek ngurusnya, ayam kita kebanyakan."

"Apa..?" Aku tak percaya dengan jawaban mamak. Tega nian.

Hampir saja ku muntahkan semua makanan dimulut setelah mendengar informasi ter-up-date versi rumahku. Ohh..tidak, berarti Charlie Angels tanpa sadar kusantap saat ini. Aku menatap nanar potongan daging ayam yang tergeletak tak berdaya dipiring makanku. Sedih dan meny…

Lagu Yang Menyentuh Hati

LIRIK LAGU
رحمن يا رحمن Rahman, ya Rahman ساعدني يا رحمن Sa'idni Ya Rahman bantulah aku..Yang Maha Penyayang اشرح صدري قرآن Israh Shodri Qur'an penuhi hati ini ( dengan cinta) dari Al-Qur’an أملأ قلبي قرآن Imlak Qolbi Qur'an lapangkan dadaku hanya untuk Al-Qur’an واسقي حياتي قرآن Wasqi Hayati Qur'an Sirami hidupku dengan Al-Qur’an .
لله لله يهفو أملي لله Lillah Lillah hanya untuk Allah, begitu mendalam keinginankukarena Allah… Yahfu amalilillah ولحفظِ كتابِ الله Walihifdhi Kitabillah bisakah aku mempelajari Al-Qur’an من أولِ باسم ِ الله Min Awwali Bismillah dimulai dengan “Bismillah…” للختم وللرضوان Lil Khotmil Wa Lirridwan

Proyeksi Astral

Gelap, Aku masih belum dapat menerka tempat apa ini. Pepohonan di sekitarku menjulang tinggi dan rapat, jenisnya pun beragam, beberapa pohon dapat kukenali tapi sebagian besarnya tidak. Ini hutan heterogen.
Jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Otakku memutuskan untuk mengambil langkah dengan segera, "tidak..! lari sepertinya lebih tepat." Rasa takut mengalahkan semuanya. Siapa yang tidak merasa takut jika sendirian saja didalam hutan pada malam hari. Tak sempat otakku berpikir bagaimana bisa Aku sampai disini, langkah-langkahku semakin jauh dan panik, hingga tiba-tiba kaki kiriku mendarat ditanah yang berlubang, dan Aku jatuh masuk kedalamnya.
Aku tersentak dan mataku terbuka. Keringat dingin membasahi wajah dan sekujur tubuh. "Syukurlah hanya mimpi". Aku segera beranjak dari tempat tidur, mimpi ini benar-benar membuatku lelah. Saat rasa haus menyerang tenggorokan, otakku membayangkan air segar dengan embun dingin dipermukaan gelasnya. Entah bagaimana, seketik…

Masih Misteri

Siapa..?
Masuklah..!
Aku sedang menunggu
Waktu ini berjalan terasa lama
Kulit-kulitku mulai mengering pertanda tua

Kau kah itu..?
Kemarilah..!
Aku sedang bersiap
Akan ada yang datang menjemputku
Detik serasa menit
Tenagaku mulai lemah
Tubuh juga terasa layu

Inikah saatnya..?
Baiklah..!
Rinduku ini hampir meledak
Penantianku sungguh panjang

Apa sekarang harus kuucapkan kalimat persaksian?
Sedikit khawatir jika nanti putus sebab nafas ini habis
Cukup..!
Aku tau kalimat itu akan selesai sesuai persiapanku
Semoga bisikan-bisikanku pada bumi selama ini sampai dan terdengar dilangit
Sehingga lepasnya Ruh dari diri tak terasa sulit

Tau kah kau siapa yang ku tunggu ?
Dialah misteri terbesar
Kematian

Oh..Kau kah itu?


Ptk, 23 April 2016
(Sebuah catatan malam.. sebelum mata terpejam)

Mengundang Petir

Kau yang sesaat terang dalam gelapnya mendung
Mengundang takut bagi sebagian mata
Namun hiburan untukku yang sepi nikmati hati

Kau yang bagai akar terang tak terarah
Getarkan bumi seperti marah
Namun aku tau kau hanya menyapa dan
Mengusir makhluk halus yang durhaka

Meliuk indah terang dalam gelapnya
Menari lincah menarik ketukan gendang-gendang membahana

Menarilah bersamaku
Takluk sudah hati ini diujung garismu

Petir..
Kilat..
Guntur..
Kapan kalian datang?

Hujan

Hidup itu perjalanan
Sejatinya..
Ia pergi untuk kembali.

Ketakutan dan rasa tidak senang
Membuatku enggan untuk melanjutkan hidup

Namun tarikan takdir
Terus menerus menyeretku
Berputar pada siklus yang sama
Hanya saja
aku kembali jatuh ditempat yang berbeda.

Hujan
Kadang dibenci
Kadang diharapkan
Ia datang..
Pergi..
Dan berulang.

Bintang Yang Tersesat

Aku adalah materi pecahan bintang yang berasal dari bintang LBV IBOG ZO, dikenal sebagai bintang paling terang dengan variable biru yang memiliki cahaya 5 juta kali lebih terang dari matahari dan terletak pada jarak 45.000 tahun cahaya dari matahari.
Ledakan Supernova dengan gelombang kejutnya melontarkanku ke ruang angkasa. Entah berapa lama aku menjelajahi ruang hampa tak bersahabat itu, hingga suatu ketika sebuah meteor yang cukup besar mendorongku, melesat dengan cepat ke arah yang tak dapat kuprediksi.
Takdir bagi unsur bintang sepertiku sebenarnya dapat membentuk bintang baru atau bahkan planet baru dialam semesta setelah ledakan supernova terjadi. Namun tidak untukku, takdirku tidak menjadi bagian dari kehidupan baru dialam semesta sana, melainkan tersesat jatuh bebas tertarik gravitasi dari planet cantik bernama Bumi.
*********
"Dia bercahaya, tutupi segera agar tak ada yang melihatnya, lalu pindahkan ke lorong dibawah tanah, ingat kunci pintu lorong dari dalam!" Se…

Renungan Bimbang

Hanya angin yang paham bagaimana berhembus.
Begitupun hujan yang paham rasanya terjun bebas.
Langit gelap yang tau pekat hitamnya.
Juga awan..tentang apa yang dikandungnya.

Perhatikan sunyi dalam sepinya
Lalu siang yang riuh dengan kebisingannya.

Jika masing-masing paham akan rasanya.
Kenapa aku masih tersesat mencari arah?

Aku..
Berdetik-detik kalut dengan hati
Tak habis menit kulahirkan tanya
Entah berapa jam menunggu jawaban
Jiwaku kosong tak bertuan
Sedang waktu kian melenggang
Pergi jauh meninggalkan yang lalu
Aku masih belum punya tujuan.
Lagi tak dapat menentukan.

Aku bimbang..

Sejenak..
Mengheningkan cipta untuk jiwa kosong dengan ruh yang keruh.
Berharap jadi lautan yang bersimpati dengan garam sebab ia tau bagaimana asinnya
Tapi aku hanya makhluk tanah
Yang resah mencari arah

Ah..biarlah,
Akan kubujuk Tuhan dengan posisiku
Makhluk tanah ini sedang mencari makna
Semoga Dia sudi memercikkan hikmah.

Tuhan..
Aku bimbang
Mohon bimbing aku
Menuju takdir terbaikmu
Sampai saat waktu…

Cengek vs Gehu

Udara terasa panas diluar ruang kelas, aku dan teman-teman masih setia menunggu dosen yang tak kunjung tiba. Waktu melenggang menunjukkan pukul 11 siang. Sudah lebih dari satu jam kami menunggu, tak ada kepastian kapan perkuliahan akan dilangsungkan. Aku berkali-kali memandang hp, siapa tau ada pemberitahuan kelas dibubarkan. Sayang itu tidak akan terjadi, sebab dosen memberitahukan akan masuk satu jam lagi.

Riyah teman satu kelasku memecah kelesuan kelas dengan ceritanya, sambil menenteng sekantong gorengan yang kemudian beredar merata dari bangku ke bangku, ia pun memulai aksinya.

Riyah memang pandai bercerita, ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya selalu sukses membuat pendengar terpana, tersihir dengan cerita dan kisah yang dibawanya. Tak ada salahnya mendengar cerita Riyah kali ini,  selagi menunggu dosen datang satu jam lagi.

"Kalian sudah pernah dengar ceritaku tentang cengek dan gehu?" Tanya Riyah bersemangat. Kami menggeleng bersamaan, tandanya belum pernah mendengar c…

Pengenal Waktu

Hidup kita tak cukup didampingi oleh makhluk hidup, benda mati dan makhluk gaib saja. Selain malaikat yang memantau dan merekam serta mencatat rapi setiap mili tindak tanduk kita, ada pula syetan juga jin yang bersekongkol menggoda kita untuk melepas iman dan melanggar perintah Tuhan.

Terlepas dari semua hal yang masuk dalam rukun iman, ada pula hal misterius yang mendampingi hidup kita. Ialah Sang Waktu.

Dengan waktu, manusia dapat melihat perubahan besar maupun kecil, bersama waktu luka hati terobati, kesedihan berubah perlahan menuju kebahagiaan. Lalu karena waktu pula dunia akan hilang berganti hari pembalasan.

Benda penanda waktu tercipta, ada jam yang membantu manusia mengenal waktu dalam satu hari, ada kalender yang menjadi penanda hari, tanggal dan bulan selama setahun.

Jam sudah banyak disulap menjadi berbagai ukuran dan jenis. Mulai dari jam dinding, jam tangan, bahkan ada jam jari. Ada pula jam yang diletakkan dibangunan tertentu sebagai monumen bergaya ala sejarah atau keb…

"Tas" Hidup Kita

Seorang lelaki membawa tas besar dipunggungnya. Ia hendak berpetualang mencari banyak pengalaman hidup yang bermanfaat baginya. Dengan tas besar di punggung, ia membawa banyak perbekalan. Makanan, minuman, pakaian, peralatan mandi, peralatan masak, uang, buku-buku bacaan guna mengusir kebosanan dalam perjalanan dan beberapa pasang sepatu sebagai cadangan jika nanti suatu hari ia butuh mengganti alas kaki, tak lupa ia pun membawa alas tidur yang dilengkapi dengan selimut dan beberapa benda lain yang menurutnya suatu saat akan berguna nanti. Sekilas mirip pindah rumah ketimbang sekedar berpetualang. Tapi lelaki itu telah memutuskan apa saja yang pantas dibawa sebagai perbekalan. Baginya, apa yang ia bawa akan berguna nanti.
Dalam perjalanannya, lelaki itu telah menyinggahi beberapa kota dan melintasi beberapa negara. Barang bawaannya pun semakin banyak dan bertambah berat. Jika awalnya ia kuat untuk membawa semuanya, namun tidak untuk sekarang. Tubuhnya yang semakin lelah menolak untuk…

Hidup itu bagai Pola Permadani

Dulu hiduplah seorang wali yang shaleh dan terkenal sebagai pembuat permadani yang indah. Karya tangannya itu tersohor hingga ke seluruh negeri dan tentu saja digemari oleh banyak orang. Seringkali ia kewalahan menerima banyak permintaan orang-orang yang mengagumi permadani buatannya tersebut. Dengan tetap sabar dan tekun ia menyelesaikan permadaninya, tanpa terburu-buru. Hasilnya tentu saja selalu indah dipandang mata, memuaskan hati pembelinya dan menyenangkan siapa saja yang menggunakannya.
Suatu hari ketika sang wali sedang mengerjakan peramadani karya barunya, ada seekor semut yang lewat diatas permadani tersebut. Berjalan diatas permadani yang belum rampung atau yang masih dikerjakan tentu saja membuat semut kesulitan dan menggerutu.
"Aduh..!, siapa sih yang bikin benda sejelek ini!" Keluh si semut merutuki permadani yang dilewatinya. Kakinya berkali-kali tersangkut bahkan tak jarang ia jatuh di beberapa lubang yang menjadi salah satu pola.
Atas izin dari Allah, sang …

Bukit Gundul

Namanya bukit gundul, disebut begitu karena puncak bukit itu gundul. tak ada pohon-pohon yang tumbuh disekitar puncak bukit selain rumput ilalang yang tingginya melebihi satu meter, tajam dan kasar. Selain ilalang, tumbuh pula tanaman liar berduri entah apa namanya. Tanaman liar itu kecil-kecil, namun cukup untuk sekedar membuat goresan yang akan meninggalkan rasa pedih jika bergesekan dengannya. Sejauh mata memandang, pohon-pohon  dapat dilihat dan berada sekitar satu atau dua kilometer dari puncak bukit, itupun hanya satu-dua, jarang ditemukan kecuali di daerah kaki bukit, disana pohon-pohonnya lebih banyak dan rapat. Entah apa sebabnya pohon-pohon tak mau tumbuh didaerah puncak, justru malah lebat di bagian kaki bukit. Aku tidak tau.
Dari puncak bukit gundul kami dapat melihat pantai dengan deburan ombak yang memanjakan telinga. Langit biru menyatu dengan warna laut, hari masih pagi, tapi kami seperti masuk dalam alam mimpi, ini indah sekali, Seperti dalam aquarium, kami tenggelam…

WARISAN IBU

Teori terdahulu menyebutkan karakteristik dan sifat-sifat bawaan seorang anak diwariskan dari ibu dan bapaknya dalam proporsi 50 : 50. Artinya, ayah dan ibu memberikan sumbangan yang sebanding dan setara dalam diri seorang anak.
Akan tetapi, penelitian biologi molekuler terbaru menemukan bahwa seorang ibu mewariskan 75% unsur genetikanya kepada anak, sedangkan bapak hanya 25%. Oleh karena itu, sifat baik, kecerdasan, dan kesolehan seorang anak sangat ditentukan oleh sifat baik, kecerdasan dan kesolehan ibunya. Apa yang disabdakan Rasulullah SAW, ternyata memiliki kesesuaian dengan fakta ini. Ketika seorang sahabat bertanya mana yang harus diprioritaskan seorang anak, apakah ibunya atau ayahnya, beliau pun menjawab, “Ibumu, ibumu, ibumu...lalu bapakmu”. Proporsinya tiga berbanding satu.
Mari kita lihat lebih jauh. Di dalam sel-sel manusia terdapat sebuah organel yang memiliki fungsi sangat strategis, namanya mitokondria. Organel berbentuk bulat lonjong ini berongga, selaputnya terdiri…