Perhatikan!



Perhatikan!
Ada yang ingin aku sampaikan.

Jangan sibuk sendiri!
Karena rindu ini sudah menjadi pekerjaan paling sibuk.

Datang tiba-tiba saat aku sedang menikmati Mentari yang merayap semakin tinggi.
Menggangguku kala jari-jari asyik menari di atas kertas.
Dan sekarang, lihat!
Rindu membuat tubuhku gigil kala senja perlahan jatuh.

Dengarkan!
Ada yang ingin aku sampaikan.

Lihat kantung mataku!
Penuh dengan beribu-ribu rindu
Beranak-pinak
Semalam, baru saja selesai kutampung
Dalam perjalanan menuju hatimu
Kamu tahu?
Itu adalah tempat ziarah dengan jarak paling jauh

Lihatlah!
Hujan malah menawanku
Nakal menghanyutkan rindu yang susah payah kutampung
Aku basah,
Mengigil sebelum tiba dihatimu
Sungguh,
Tidak beruntungnya aku.


#puisi rindu untuk meong
#sabar ya meong

Postingan populer dari blog ini

Mengenalmu dengan Baik

Review Buku Antologi - Nostalgia Biru

Dia Pernah Ada di Sini