Peran

Aku sedang belajar berperan. Menjadi sosok lemah butuh bantuan, dilain waktu menjadi sosok kuat yang ingin membantu, kemudian beralih pada pribadi acuh yang hanya mampu berdiam diri dan tak peduli.

Setiap peran kunikmati, senang-sedih, riuh-sunyi, mudah-sulit, pahit-manis, semua dirasa penuh hikmah. Bentuk syukur yang harusnya ada, karena pemilik jiwa menuntutku begitu adanya.

Jalani, jalankan dan jalanlah..begitu bisikku pada ruh dengan iman yang masih rapuh, berusaha tetap dijalan-Nya walau kadang tapak-tapak ini keluar jalur.

Peran-peran itu pilihan, namun takdir adalah ketetapan Tuhan.

Postingan populer dari blog ini

Mengenalmu dengan Baik

Review Buku Antologi - Nostalgia Biru

Dia Pernah Ada di Sini