Paksa

Oke..cukup sudah kebuntuan ini, tak ada yang muncul, imajinasi masih tetap koma, dan..oh..sungguh otakku buntu layaknya jalan yang ditutup pagar tinggi dalam gang sempit.

Baiklah..sudah cukup dengan teori pembiasaan, yang awalnya akan terasa sulit, seperti jika kita jarang atau bahkan tidak pernah olahraga kemudian mulai olahraga, maka setelahnya tubuh terasa sakit. Karena segala sesuatu yang baru dimulai memang akan terasa sulit, itu pasti.

Sudah kenyang pula aku melihat semangat teman-teman pejuang tinta lainnya yang dalam sehari mengirimkan info kelahiran karya-karya mereka lebih dari membuatku iri, lalu pada akhirnya semangat mereka berhasil menteror dan menghantuiku. Ini sungguh menakutkan, tapi.. mengapa aku masih tetap diam saja..?

Kuambil satu buku, membacanya dengan awal yang tak bergairah, tapi entah mengapa tubuhku tetap betah duduk berlama-lama walau hatiku berkata "malas". Yah..baguslah, jika kuturutkan nafsu ini, bisa jadi hancur mimpi menjadi penulis. Meminjam kalimat dari sahabat, "jangan mati sebelum melahirkan satu buku" yang selalu kusambung dengan kata "minimal" sebelum tanda seru.

Pagi ini awal yang baru, bisa ataupun tidak bisa akan kutulis satu halaman. Ini tekadku. Tentu saja si cerek air ini harus diisi sebelum menuangkan isinya ke gelas, ini logikaku.

Teman-teman, teruslah menghantuiku dengan karya-karya kalian yang baru, terimakasih karena kalian berhasil memaksaku yang hampir saja mati karena iri.

Postingan populer dari blog ini

Mengenalmu dengan Baik

Lagu Yang Menyentuh Hati

Review Buku Antologi - Nostalgia Biru