Berantai Ingin



Detak-detak hujan dini hari gugur
Membentur atap mencipta bising
Sadarku terbit selepas mimpi
Sesak dikepung berantai ingin

Dengarkan!
Aku ingin membuatmu jatuh cinta padaku setiap hari;
Seperti paru-paru yang paham mengapa harus bernafas

Aku ingin memelukmu tanpa jeda;
Mengajakmu mengeja tiap-tiap bait rindu
Menggenggam niat baik mengukir hari, menunggu nanti
Lantas, bersamamu mengecup bibir gelas ikatan

Aku ingin menjadi napasmu;
Sebab helaan lembut adalah ingatan yang akan menghapus lupamu
Sedang pada dadaku tersimpan senyum, pengganti paru-paru yang telah kau ambil setengah
Maka terulanglah memori sebelum kita menjadi kita

Lagi,
Aku ingin berjalan bersamamu;
Menapak hari yang kian basah oleh keringat
Matahari kadang terlalu garang menguji langkah kita, bukan?

Ahh ... Sedari tadi aku terus berkicau
Padahal kau masih mengeja bait-bait rinduku yang tumpah
Maaf, telah membuatmu kepayahan
Saat ini, aku hanya ingin kau jadi pelupa
Lupa jika aku riuh, tengah rindu


Kotak tidurku, 2 Mei 2017
(Hujan masih ada diluar sana)

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Antologi - Nostalgia Biru

Mengenalmu dengan Baik

Tokoh Saya yang Keracunan