Langsung ke konten utama

Perhatikan!



Perhatikan!
Ada yang ingin aku sampaikan.

Jangan sibuk sendiri!
Karena rindu ini sudah menjadi pekerjaan paling sibuk.

Datang tiba-tiba saat aku sedang menikmati Mentari yang merayap semakin tinggi.
Menggangguku kala jari-jari asyik menari di atas kertas.
Dan sekarang, lihat!
Rindu membuat tubuhku gigil kala senja perlahan jatuh.

Dengarkan!
Ada yang ingin aku sampaikan.

Lihat kantung mataku!
Penuh dengan beribu-ribu rindu
Beranak-pinak
Semalam, baru saja selesai kutampung
Dalam perjalanan menuju hatimu
Kamu tahu?
Itu adalah tempat ziarah dengan jarak paling jauh

Lihatlah!
Hujan malah menawanku
Nakal menghanyutkan rindu yang susah payah kutampung
Aku basah,
Mengigil sebelum tiba dihatimu
Sungguh,
Tidak beruntungnya aku.


#puisi rindu untuk meong
#sabar ya meong

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Topeng (bag.6)

-Topeng Ambisi- Seorang laki-laki tergesa-gesa memasuki ruangannya, setengah berlari Ia menghampiri meja kerja dan dengan kasar menarik satu persatu laci-laci yang tersusun rapi pada bagian bawah meja, kemudian mengobrak-abrik isinya. Ketika yang dicari belum ditemukan, Ia beralih pada lemari yang berada di belakangnya. Hal yang sama dilakukan, Ia pun mengacak habis isi lemari untuk mencari sesuatu yang amat berharga baginya.  "Dimana dokumen itu..kurang ajar!" Makinya pada seseorang yang ada dalam pikirannya. "Baiklah..jika ini pilihannya, akan kuturuti permainannya" Desisnya dengan rasa kesal yang tertahan. Ia tahu, wanita itu tak main-main dengan ancamannya tadi siang. Ambisinya yang terlalu besar dan menggebu-gebu secara otomatis memutuskan hubungan Simbiolis Mutualisme yang selama ini telah mereka jalin sejak setahun terakhir.  Jika bukan karena Mita yang dengan sembunyi-sembunyi memberitahukan padanya bahwa dokumen penting itu telah...

Topeng (bag.5)

-Dugaan- Dua foto wanita cantik terpajang di dinding ruangan. masing-masing dilengkapi dengan data yang dibutuhkan para penyidik untuk memecahkan kasus pembunuhan yang sedang ditangani. "Diperkirakan pembunuhnya adalah seorang pria muda" Inspektur Bobby membuka suara. "Walaupun tak ada tanda-tanda kekerasan seksual." Sambungnya lagi. "Dilihat dari tempat kejadian, tidak ada tanda-tanda perlawanan dari korban dan sepertinya ini sudah direncanakan." Rudi ikut berkomentar. Inspektur Bobby mengamati lekat-lekat data para korban yang ada ditangannya. Merusak wajah korban setelah kematian, menunjukkan adanya masalah mental yang serius pada pelaku. Begitulah kondisi kedua korban saat ditemukan. Wajahnya disayat seperti hendak membalaskan dendam. Entah apa sebenarnya motif dari pembunuhan ini. Yang jelas kedua korban adalah teman dekat dan juga bekerja di tempat yang sama. "Aku pikir pelaku pembunuhan dari kedua korban ini adalah ...

Rekam Na

Rekaman hari ke-11.860 Dua hari setelah Gerhana, lihatlah cerahnya matahari setelah pertemuanya dengan bulan. Panasnya membuat peluh-peluh bercucuran, aku yakin ia pasti lupa daratan setelah ketemuan. " Kun!! " Tuhan menyerukan. Perhatikan, angin berhembus dari perlahan menjadi kencang, awan berkumpul berarak-arak menumpangi angin menjelajah daratan. Uap-uap air mewarnai awan terang menuju kelabu..., mendung. Guntur mulai berteriak diawali malu-malu, mungkin ini intro sebagai pemanasan. Senyumku mengembang menyambut kilat. "Hai sobat..., lama tak bertemu, jujur aku rindu," bisikku pada cahaya yang mampir sekejap itu. Hari ini hujan lebat membasahi bumi tempat aku berpijak. Musik alam gegap gempita, orkestra langit membahana, sedang bumi menari menyambut nikmatnya. Alhamdulillah. " Allahumma shoiyyiban naafi'an, " doa kupanjatkan tanda syukurku pada Tuhan pemilik hujan. Seperti apa aku bersyukur ketika menyambut hujan, b...