Langsung ke konten utama

Postingan

Mu'tazilah

ALIRAN MU'TAZILAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM A. Sejarah Munculnya Aliran Mu’tazilah Sebelum membahas lebih jauh tentang aliran  Mu’tazilah , ada baiknya kita mengingat ataupun mengetahui terlebih dahulu bagaimana asal atau sebab adanya aliran tersebut. Aliran  Mu’tazilah  merupakan salah satu aliran-aliran yang terdapat dalam ilmu kalam. Ilmu kalam sendiri biasa disebut dan dikenal dalam beberapa nama, antara lain: 1. Ilmu Ushuluddin , membahas pokok-pokok agama 2. Ilmu Tauhid , membahas ke- esa- an Allah SWT 3.  Al-Fiqh Al Akbar , yaitu ilmu fiqh yang didalamnya membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan istilah keyakinan atau pokok-pokok agama atau ilmu tauhid.      Perlu diketahui bahwa ilmu fiqh, dalam persepsi Abu Hanifah (80-150 H) terbagi menjadi dua bagian, yaitu  Al-Fiqh Al Akbar dan Al-Fiqh Al Ashghar  yang didalamnya membahas hal-hal yang berkaitan dengan masalah  mu’amalah  (bukan pokok-p...

Mencari Jalan Pulang

Sudah berkarat waktu kutinggal. Liar melangkah mencicip berbagai rasa. Walau sering denting bel peringatan memanggil. Aku tuli dan buta akan sadar dari lupa disengaja. Memang salahku saat semakin jauh tersesat. Daging inti tubuhku pun kini mulai membusuk. Kembali pulang walau kuputuskan terlambat. Sebab hatiku lemah membuat ruh tergeletak rusak. Imanku sekarat. Saat Ramadhan menawarkan limpahan berkah. Aku berharap mendapat setitik obat penyembuh jiwa. Sungguh menggelepar rasanya tak merasakan suka cita kedatangannya. Beginikah siksa untuk jiwa yang berdosa? Tuhan sudahkanlah siksa batinku Aku malu.. Aku muak.. Aku menyerah.. Aku lemah.. Ampunkan aku.. Makhluk tanah yang jera karena terlalu jauh berkeliaran. Terima sujudku Sudilah kiranya memberi tau jalan. Aku ingin pulang menuju keampunan-Mu Mohon..selamatkanlah imanku

Langkah Ketiga - Merancang

MIND MAP DAN OUTLINE Langkah berikutnya dalam penulisan kali ini adalah membuat Mind Map dan Outline.  Seperti yang kita ketahui, Mind Map adalah peta pikiran. Dengan Mind Map seluruh isi rangka buku dapat kita lihat hanya dalam satu halaman saja. Sedangkan Outline adalah kerangka karangan yang dibuat untuk membantu kita merangkai ide-ide, menyusunnya secara jelas dan teratur. Sehingga sering pula outline ini disebut sebagai inti dari sebuah tulisan. Untuk kali ini saya akan mengambil satu ide saja dari tugas sebelumnya (Menjerat Ide) dan satu lagi merupakan tugas pribadi yang didapat dari dosen salah satu matakuliah untuk membuat buku selama liburan bulan Ramdhan nanti. (gak apa-apa yaa..hehee) Berikut Ide yang akan dikembangkan: 1. Mu’tazilah a. Mind Map b. Outline I. Sejarah Munculnya 1. Masa Kekhalifahan Ali Bin Abi Thalib   - Pemerintahan dan Konflik   - Aliran Pasca Konflik 2. Masa Sahabat dan Tabi’in   - Pendapat   - ...

Dalam Gelap (part 3)

-Penasaran- Simak kisah sebelumnya disini Berkali-kali sudah Arga membunyikan lonceng pagar. Hasilnya masih sama, tak ada yang keluar dari rumah untuk menyambutnya. Langkah yang akan diambil berikutnya adalah balik kanan dan pulang ke rumah, mungkin penghuni rumah ini memang sedang tidak ada, buktinya tak ada respon dari panggilan yang dilakukannya tadi. “Darimana Ga?” Tanya Boy yang baru selesai melahap habis buku novelnya. Temannya yang satu ini termasuk yang gila baca. Isi kamarnya dipenuhi dengan koleksi buku beberapa penulis ternama dari dalam dan luar negeri. “Dari rumah diseberang sana, tadinya mau ngantar titipan paket. Tapi yang punya rumah gak keluar-keluar.” Jawabnya menjelaskan. Kemudian berlalu dan masuk kekamar. Siang-siang begini lebih enak tidur , pikirnya. “Coba saja nanti malam, biasanya dia keluar malam-malam!” Saran Boy kemudian. “Kamu gak bercanda Boy, memangnya pernah lihat tetangga yang di depan keluar dari rumahnya malam hari?” A...

Dalam Gelap (part 2)

-Kesempatan- Peluh keluar disekitar wajah dan leher Arga, jangan ditanya bagaimana kondisi baju yang dipakainya, jelas basah dan menempel dikulit tubuh. Panas matahari mulai tak ramah, Arga bersyukur pekerjaan membersihkan halaman telah usai sejak lima menit yang lalu. Kini tinggal beristirahat sejenak sambil menikmati hasil kerjanya sebelum mandi. Pendinginan. Jadwal membersihkan halaman memang sudah disepakati untuk dilaksanakan setiap dua minggu sekali. Dan kali ini giliran Arga untuk melaksanakan kesepakatan yang sudah dibuat. Sedangkan Boy dan Udin, dua temannya itu sibuk dengan urusan masing-masing. Boy dengan novel yang baru dibelinya dan Udin dengan hobinya, masak. “Ada yang bisa saya bantu pak?” Tanya Arga pada seorang laki-laki. Tangan kanannya memegang bungkusan berbentuk kotak, sesekali matanya melihat kertas berisi alamat di tangan kiri. Sedari tadi Ia mondar-mandir di depan rumah sedang motornya diparkir tak jauh dari halaman Arga. “Eh..iya mas, ini say...

Dalam Gelap (part 1)

- Tetangga Misterius - Rumah dengan warna dominan putih itu bergaya kuno.   Setiap sudut tiang dikombinasi dengan warna biru laut yang pekat. Halaman rumahnya juga cukup luas, ditumbuhi berbagai jenis pohon. Pada musim tertentu buah-buahan akan hadir ditangkai pohon-pohon itu untuk menyapa pemiliknya dengan tujuan menyuguhkan kesegaran dari daging empuk beraroma wangi. Asri, rindang nan menyejukkan. Hampir lima bulan Arga pindah di rumah kontrakan barunya. Ia tak pernah bertemu dengan pemilik rumah berwarna putih dengan kombinasi biru pekat yang tepat berada diseberang jalan rumah tempat tinggalnya.  Sesekali memang terdengar suara dari dalam rumah, namun sosoknya tak pernah tampak di depan mata. Dengan pagar yang mengelilingi kokoh setinggi 165 cm itu, maka lengkap sudah menambah kesunyian dan keterasingan pemilik rumah dari lingkungan disekitarnya. “Ga..kamu kenapa sih, dari tadi ngeliatin rumah misterius itu, ngidam ya?” Tanya Udin heran dengan temannya y...

Sepi Sendiri

Aku datang sendiri, hanya seorang diri Perjalanan kutapaki sunyi Dalam keramaian diserang sepi Mungkin inilah hukum atas dosa yang kulakoni Hidup dengan rasa mati Jika kuturuti nafsu setan di dalam darah Ingin rasanya kuteriakkan sumpah serapah Berharap tubuh ini diserang lelah Hingga tersungkur sadarku menutup mata Kemana lagi kuseret setumpuk duka Siapa pula yang sudi mendengarnya Dalam sendiri kutanggung semua rasa Sepi membanting setiap masa Tuhan.. Jangan tinggalkan aku Lihatlah bisikkan lirihku pada bumi Sampaikah terdengar di langit? Hanya satu pintaku Bantu aku bahagia dalam sepi sendiri